SHARE
brilio.net

Belum makan nasi, belum kenyang. Belum mainan media sosial artinya belum up to date.

Begitulah kira-kira ungkapan yang pas untuk mengibaratkan kehadiran media sosial di era teknologi yang sudah seperti makanan pokok bagi banyak orang, khususnya di Indonesia.

Setiap hari di manapun dan kapanpun, media sosial dapat dengan mudah diakses menggunakan mobile phone. Mulai dari media sosial untuk share foto, kegiatan, berita, hingga media untuk mencari pasangan. Jadi sepertinya para jones bisa lumayan tertolong ya dengan kehadiran media sosial. Ayo ngaku! Hehehe..

Salah satu media sosial yang memiliki banyak sekali pengguna dari awal diluncurkannya ialah Instagram. Pasti sudah gak asing lagi sama media sosial yang gunanya buat share foto dan video pendek ini. Apalagi anak-anak zaman sekarang. Katanya, siapapun bisa jadi dikenal khalayak lewat instagram. Kalau dilihat-lihat memang benar juga. Bukan public figure pun punya kesempatan emas untuk bisa ngeksis hanya melalui beberapa foto yang instagramable. Simsalabim …. jadilah selebgram.

Apa sih sebenarnya instagramable itu? Ada yang bilang artinya sesuatu yang cocok untuk diposting di instagram, yang ketika ditampilkan akan banyak sekali mendapatkan likes dan menjadi booming atau trend. Bisa jadi sebuah foto yang lokasinya lagi hits, bagus, bahkan masih jarang dikunjungi orang lain.

Selain itu, sesuatu dikatakan instagramable jika orang yang ada di dalam foto terihat fashionable dengan pakaian kekinian ala-ala model beserta pose-pose yang terkesan “beda”. Gak heran jika di instagram sendiri banyak sekali bertebaran foto-foto yang katanya kekinian ini. Mirisnya, banyak sekali adik-adik dibawah umur yang juga tergiur dengan kata instagramable dan berujung pada foto yang kurang pantas bagi mereka.

bintang.com
bintang.com

Siapapun yang menjadi pencetus awalnya, sesuatu yang instagramable tersebut memang keras sekali digembar-gemborkan. Media sosial menjadi media kompetitif. Banyak orang berlomba-lomba untuk menunjukkan sisi ter-instagramable nya melalui sebuah postingan. Padahal sebenarnya tidak ada aturan dalam hal menampilkan sebuah foto di instagram. Apapun bisa kita share asalkan tidak menyinggung SARA. Predikat instagramable pun bukan patokan sebab itu hanyalah penilaian yang bersifat subjektif.

Terkadang, pengguna instagram terlalu memaksakan diri untuk mengikuti trend foto yang sedang hits, padahal itu tidak sesuai dengan dirinya. Alhasil, tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan cyber bullying. Jika sudah demikian, penggunalah yang akan dirugikan.

brilio.net
brilio.net

Lebih baik tidak terlalu terpaku terhadap trend yang ada. Tampilkanlah apa yang ingin kita tampilkan tanpa perlu memaksa menjadi sama seperti yang lain. Apapun itu, jika para netizen suka, pasti akan menjadi menarik dengan sendirinya. Walaupun menurut kita itu tidaklah instagramable tetap akan menjadi bagus jika memang kita tulus ingin menampilkannya.

Dunia maya itu keras. Apapun yang kita pernah tampilkan di internet akan menyisakan jejak walaupun kita sudah berusaha keras untuk menghapusnya. Jadi, bijaklah dalam menggunakan media sosial, berhati-hatilah menangkap trend yang ada. Jangan hanya tergiur dengan embel-embel “kekinian”. Tidak semua hal yang sedang kekinian itu akan membawa kebaikan kepada kita. Think smart!

Baca juga : Mengenang Cerita Ibu Kota dalam “Forget Jakarta” by Adhitia Sofyan

LEAVE A REPLY