SHARE
Galeri Seni Kunstkring
astralife.co.id

Mengelilingi Jakarta tidak akan cukup jika hanya sehari.

Banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah galeri-galeri yang menampilkan karya-karya seni. Bagi kamu penyuka hal yang berbau seni, 5 tempat ini bisa jadi referensi menghabiskan waktu saat liburan dan akhir pekan. Let’s paint your day, girls!


Galeri Seni Kunstkring

Jika akan memasuki Jalan Teuku Umar, Menteng, kamu akan melihat sebuah bangunan kuno bercat putih di sebelah kiri jalan. Gedung bergaya arsitektur Belanda ini ternyata adalah sebuah galeri seni bernama Kunstkring. Nama ini diambil dari bahasa Belanda, “Kunst” artinya seni dan “Kring” yang berarti lingkaran.

Meskipun sudah berusia 100 tahun, bangunan ini masih terjaga lho! Kamu bisa melihat bagaimana arsitekturnya yang begitu anggun dan bernilai historis. Sejak diresmikan tahun 1914, Kunstkring sudah beberapa kali digunakan tidak hanya untuk kegiatan seni, tapi juga dijadikan Kantor Imigrasi sampai tahun 1993, pernah juga dijadikan Budha Bar yang menimbulkan kontroversi.

Galeri Seni Kunstkring (Sumber Foto: www.astralife.co.id)
Galeri Seni Kunstkring dari astralife.co.id

Akhirnya pada 2012, gedung ini kembali ke fungsinya menjadi istana seni yang sesungguhnya. Jika datang kesini, kamu bisa melihat berbagai karya seni yang dibuat pada awal abad ke-20, dari seni murni hingga seni terapan. Ada juga kanvas atau seni kontemporer dalam video dan bentuk 3 dimensi. Uniknya, semua karya menyimpan makna yang berhubungan dengan perkembangan zaman di awal abad millenium. Lukisan karya Vincent van Gogh dan Pablo Picasso juga pernah dipamerkan disini lho!

Untuk bisa masuk ke galeri yang berada di lantai 2 bangunan ini, kamu tidak perlu merogoh kocek, karena tiket masuk gratis. Jika ingin bersantai, kamu bisa ke lounge dan teras di lantai dasar. Jangan sampai kamu melewatkan untuk momen berfoto ya. Instagramable!

 

Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara

Masih berada di kawasan Jakarta Pusat, ada Galeri Foto Antara. Tepat di sebelah Pasar Baru, kamu akan menemukan sebuah galeri foto berlantai 2. Yup, gedung yang memajang banyak foto hasil bidikan kamera para wartawan Antara ini sangat rekomen untuk dikunjungi. Lantai 1 difungsikan sebagai galeri, sedangkan lantai 2 sebagai museum.

Memasuki ruang utama, kamu akan melihat sebuah patung wartawan yang sedang mengambil foto dengan kamera model lama. Selain itu, berbagai hasil foto yang menarik pun sudah dipajang di ruangan ini, seperti foto ketika Jakarta banjir, bencana Tsunami Aceh, acara perayaan 17 Agustus, dll.

Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara (Sumber Foto: www.whiteboardjournal.com)
Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara dari whiteboardjournal.com

Di lantai 1 juga terdapat ruangan serbaguna yang biasanya digunakan untuk acara peluncuran buku, pameran foto, dan diskusi mengenai seni. Selain itu, ruangan ini juga digunakan untuk pelatihan reguler kelas Fotografi Dasar dan Fotografi Jurnalistik, dan non-reguler untuk kelas Studio Lighting Dasar, Darkroom Processing Lanjutan, dan Travelling Photography. Di ujung ruangan ini terdapat tangga untuk menuju ke lantai dua.

Jangan lupa abadikan foto, karena pada dinding di atas tangga menuju lantai dua terdapat mural Proklamasi Kemerdekaan. Ada juga komik sejarah perjalanan Indonesia, dan koleksi lainnya. Di langit-langit ruang utama tergantung sebuah rangka bola dunia.

Kamu akan semakin terkesima jika melihat peralatan pengirim Morse yang dipakai memancarkan berita proklamasi ke seluruh dunia, tustel dan mesin ketik kepunyaan Adam Malik. Ada juga peralatan produksi dan komunikasi yang pernah dipakai Antara. Jika sudah puas berkeliling, kamu bisa mengisi perut dengan berwisata kuliner di Pasar Baru. Jadi, tertarik nggak?

 

Dia.Lo.Gue Artspace

Bergeser ke arah selatan Jakarta, kamu bisa melihat karya seni sekaligus bersantai di kafe. Selain menjadi salah satu tempat yang hits sebagai galeri seni, Dia.lo.gue Artspace juga menyediakan kafe bagi para pengunjung.

Dengan konsep kontemporer yang menyatu dengan alam, Galeri ini dirancang oleh Andra Matin, salah satu arsitek kebanggaan Indonesia. Pertama kali, kamu akan memasuki ruangan yang menjual berbagai produk unik dan bernilai seni, seperti hiasan dinding dari bahan kayu yang dihiasi quote, radio kayu Magno, dll.

Dia.Lo.Gue Artspace (Sumber Foto: www.tulisan.com)
Dia.Lo.Gue Artspace dari tulisan.com

Konsep kontemporer yang diusung membuat kamu semakin merasakan atmosfer seni. Dia.Lo.Gue sengaja dirancang dengan desain yang lapang sehingga terkesan luas dan dilengkapi taman sebagai area bersantai. Desain bangunan ini dibuat oleh Hermawan Tanzil, Franky Sadikin, dan Windi Salomo. Sedangkan arsitekturnya adalah karya masterpiece Andra Matin, arsitek lokal yang juga mendesain Potato Head Bali.

Semakin memasuki ruangan tengah, kamu akan melihat karya-karya seni yang terpajang di dinding. Kemudian di ruang belakang terdapat taman yang juga digunakan sebagai kafe. Sssst, ada satu ikon yang jadi tempat hits disana. Yup, sebuah tangga di taman belakang yang didesain sederhana namun selalu menjadi objek foto bagi para pengunjung. Jangan sampai terlewatkan ya!

 

Ruci Art Space

Meluncur ke daerah Blok S, tepatnya di Jalan Suryo, ada satu galeri seni yang jangan sampai terlewatkan. Ya, RUCI Art Space. Galeri seni ini dibuat oleh sekumpulan anak muda yang ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan seni budaya yang berkembang di Indonesia. Ruci sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘sumber cahaya’ dan ‘rasa’ atau ‘kesenangan’.

RUCI Art Space (Sumber Foto: ww.manual.co.id)
RUCI Art Space dari manual.co.id

Disini kamu dapat melihat berbagai karya seni mulai dari lukisan, patung, hasil foto, dll. Jika sudah puas berkeliling, kamu bisa memesan makanan di Ruci’s Joint yang terletak di lantai dasar. RUCI memang sengaja dibuat dengan konsep collaborative café. Penataan kafe juga dibuat sangat artistik dengan perabot yang sederhana. Foto OOTD wajib kamu lakukan disini!

Baru-baru ini, RUCI Art Space mempersembahkan pameran tunggal seniman asal Bandung Arkiv Vilmansa, yang dikuratori oleh Rifandy Priatna. Pameran berlangsung pada 29 Juli hingga 4 September 2016 dengena tema Luminous Landscape.

Referensi: Dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY