SHARE
Pintu masuk ke Lobang Jepang, doc. pribadi

Saat mengadakan study tour, jurusanku memilih untuk mengunjungi Kota Bukittinggi.

Bukittinggi memiliki banyak tempat wisata sejarah yang menakjubkan. Sebut saja diantaranya benteng Fort De Kock, Museum Bung Hatta, Istana Bung Hatta, serta Lobang Jepang atau Goa Jepang. Diantara semua tempat yang aku kunjungi itu, Lobang Jepang menjadi salah satu tempat yang menarik perhatianku.

Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 8000, kita sudah bisa masuk ke dalamnya. Sebenarnya dulu pintu untuk masuk ke Lobang Jepang ini ada tiga, tapi sekarang cuma ada satu pintu utama aja, yaitu masuk dari Taman Panorama. Dan biasanya kita akan keluar dari lubang ini di jalanan dekat Ngarai Sianok. Meski begitu, demi keamanan tempat sepanjang 1,5 km ini hanya boleh dimasuki setengah perjalanan saja.

Lorong di Lobang Jepang
Lorong di Lobang Jepang, doc. pribadi

Tampak luar, Lobang Jepang ini kelihatannya sangat gelap. Namun, begitu masuk kedalamnya ternyata nggak terlalu gelap banget. Soalnya di dalam sana sudah dipasang lampu neon. Begitu masuk langsung terlihat tangga yang lumayan banyak untuk turun. Biarpun tangganya turun tapi anak tangganya banyak banget. Lumayan menguras tenaga lah di awal perjalanan.

Di tangga bawah, bapak pemandu kami sudah menunggu untuk mengantar kami berkeliling melihat ruangan-ruangan di dalam sana. Lubang ini sengaja dibangun untuk tempat persenjataan dan pertahahan tentara Jepang. Ruangan di dalam lubang ini ternyata cukup banyak, ada ruang amunisi, ruang makan, dapur, penjara, dan banyak ruangan lainnya.

Denah ruangan-ruangan di Lobang Jepang
Denah ruangan-ruangan di Lobang Jepang, doc. pribadi

Namanya juga lubang pertahanan orang Jepang, jadi langit-langit goa ini tidak terlalu tinggi untuk ukuran badan orang Indonesia. Kan kalau masuk ke tempat pertahanan Belanda langit-langit atapnya tinggi-tinggi banget. Mungkin karena tinggi badan orang Jepang sama orang Indonesia gak terlalu jauh kali ya.

Lobang Jepang ini terbukti sangat ampuh untuk pertahanan para tentara Jepang. Buktinya lobang ini tahan ketika ada gempa. Ironinya, tempat yang kokoh ini dibangun dari hasil keringat orang Indonesia yang dipaksa untuk membangun lobang ini. Bahkan tempat ini juga disebut sering dijadikan tempat penyiksaan para tahanan Indonesia oleh tentara Jepang. Miris, dibalik kekokohan Lobang Jepang ini, banyak cerita tragis di dalamnya.

Baca juga : 5 Hal yang Wajib Kamu Lakukan Saat Berkunjung ke Purwokerto

 

LEAVE A REPLY