SHARE
Adhitia Sofyan, dari maxresdefault

Bagian menyakitkan dari sebuah proses melupakan ialah tanpa sengaja kembali teringat kepada hal-hal yang sebenarnya sudah jauh ditinggalkan.

Nyatanya, sekuat apapun diri ini berjalan ke depan, tetap akan ada sesuatu di sekitar kita yang dapat kembali mengingatkan. Bisa jadi tentang keberadaan sebuah kota yang dianggap penuh dengan cerita. Entah cerita manis ketika memadu kasih ataupun cerita bagaimana seseorang ditinggalkan belahan jiwanya di sana.

Adhitia Sofyan, dari maxresdefault
Adhitia Sofyan, dari maxresdefault

Adhitia Sofyan, seorang musisi indie yang dikenal dengan sebutan bedroom singer ini pernah merilis sebuah lagu menyayat hati berjudul “Forget Jakarta”. Bagaimana tidak menyayat hati, lagu tersebut mengisahkan tentang cinta dan kebencian terhadap Jakarta namun dalam sisi perspektif sebuah relationship. Tentang seseorang yang awalnya mencintai Jakarta hingga harus memaksa diri untuk melupakan kota itu. Lebih tepatnya, melupakan segala cerita yang pernah dirajut bersama dengan seseorang yang pernah mengisi hati.

“I forget Jakarta … all the friendly faces in disguise. This time, I’m closing down this fairytale. And I put all my heart to get to where you are. Maybe it’s time to move away, I forget Jakarta”

Lagu “Forget Jakarta” merupakan salah satu lagu dari album kedua Adhitia Sofyan yang berjudul Forget Your Plans(bedroom recording vo.2). Semua lagu yang dirilis bertemakan akustik yang proses rekamannya dikerjakan di dalam kamar. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika “Forget Jakarta” lebih terdengar begitu dramatis tanpa lantunan alat-alat musik keras seperti lagu lain pada umumnya. Terkesan gloomy dan melancholy, lagu “Forget Jakarta” akan mengguncang jiwa-jiwa yang pernah memiliki kenangan tersendiri dengan ibu kota.

petrussitepu.tumblr.com
petrussitepu.tumblr.com

Ketika kita mendengar lagu “Forget Jakarta”, seolah-olah ada mesin waktu yang kembali membawa kita pada masa tertentu di ibu kota. Mungkin tentang tempat-tempat yang pernah dihabiskan dengan seseorang, tentang jalanan yang sering ditelusuri berdua, pun waktu-waktu fajar dan senja yang tidak pernah terlewatkan. Semuanya terekam jelas. Ternyata, kenangan akan menancap lebih dalam kepada mereka yang masih enggan untuk sepenuhnya melupakan.

“but if you stay, I will stay. Even though the town’s not what it used to be. And pieces of your life you try to recognize all went down”

Jakarta memang keras. Namun, sudah berapa banyak cerita manis yang pernah kamu rangkai di sana? Kemas ceritamu dalam memori, supaya suatu saat kamu masih bisa memutarnya kembali. Can you forget Jakarta? No, I can’t.

 

Simak videonya berikut ini!

 

LEAVE A REPLY