SHARE
www.ywcabergencountry.org

Kehidupan memang layaknya sebuah panggung sandiwara di mana manusia hanyalah seorang lakon dan Tuhan merupakan penulis skenario terbaik.

Maka jangan pernah salahkan ketika harapan-harapan manusia berakhir tidak sesuai dengan ekspektasi dan tak jarang berujung kekecewaan.

Merasakan kecewa merupakan hal naluriah dalam setiap diri manusia. Namun, jangan sampai rasa kecewa itu berlebih hingga kita lupa diri. Kecewa itu bisa dibatasi bahkan diobati.

Apakah kamu salah satu orang yang sering merasa kecewa terlalu dalam? Mungkin kamu harus memahami hal-hal berikut agar bisa segera mengontrol diri ketika sedang merasa kecewa.

 

1. Makna kegagalan

2012-12-ending-beginning
perspectivejournal.org

Sebagian besar rasa kecewa tercipta karena kita gagal mendapatkan atau menjadi sesuatu yang kita mau. Orang yang belum paham makna kegagalan akan menganggap bahwa perjalanan itu sudah terhenti ketika gagal. Padahal, jika kamu memahami betul makna kegagagalan, kamu tidak akan kecewa terlalu dalam.

Kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Sadarkah kamu? Ketika gagal sebenarnya Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik, di waktu yang tepat pula. Selain itu, gagal merupakan tolok ukur diri untuk berusaha lebih keras lagi. Jadi, berhentilah memaknai kegagalan dengan sesuatu yang buruk. Mulai berpikiran positif karena masih banyak jalan menuju Roma.

 

2. Berharap

Praying Woman
www.answerfromcriptureonline.com

Kecewa juga bermula ketika harapan yang sudah dibangun tidak sesuai dengan kenyataan yang diperoleh. Maka dari itu, berharaplah sewajarnya.

Berharap boleh, tetapi jangan lupa pengharapan yang paling besar hanyalah untuk Tuhan. Harapan dari kita adalah untuk mendapat yang terbaik, selebihnya pasrahkan kepada Sang Pencipta. Sesungguhnya tidak akan ada yang mengecewakan diri manusia selain harapan-harapan berlebih dari manusia itu sendiri.

 

3. Batasan menyesal

regret-in-your-20s-is-a-good-thing
www.garylellis.org

Menyesal selalu datang di akhir. Menyesal tidak akan mengembalikan apapun yang tidak bisa kita miliki. Berhentilah menyesali sesuatu, sebab itu tandanya kita kurang mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan. Bukankah hidup harus tetap berjalan? Maka, jangan jadikan penyesalan sebagai hambatan untuk kamu bergerak maju. Berkutat dengan penyesalan tanpa mau berbenah diri hanya akan semakin membuatmu dihantam kekecewan berlebih.

 

4. Berdamai dengan diri sendiri

Woman breathing fresh air relaxed on vacation
www.epicself.com

Pada akhirnya kamu butuh berdamai dengan diri sendiri. Segala kecewa yang kamu rasakan hanya perlu diterima lalu berusahalah bangkit lagi.

Hal yang percuma adalah hanya mendengar nasihat dari orang-orang di sekitar namun dirimu sendiri tidak bisa menerimanya. Maka, berdamailah! Kekecewaan itu tidak akan pernah abadi.

Hidup akan terus berjalan. Jangan sampai hari-harimu terlewatkan begitu saja hanya karena masih memelihara kekecewaan yang teramat dalam.

Baca juga : Move On Itu Bukan Soal Kemampuan, Tapi Kemauan

 

LEAVE A REPLY