SHARE
viralnovelty.com

Suatu hari di depan loket bioskop nampak seorang perempuan sedang ikut mengantre.

Tidak ada yang aneh dari perempuan tersebut, sama seperti pengunjung lainnya. Sampai akhirnya tiba giliran si perempuan untuk memesan tiket. Dia berkata, “Satu tiket ya mbak di kursi ini”. Seketika orang-orang yang berdiri di dekat perempuan itu melirik, bahkan beberapa sempat menahan tawa.

Entah mengapa melakuan sebuah hal seorang diri -apalagi menonton film di bioskop nampak seperti sebuah hal yang tabu. Bagi sebagian orang, pergi sendiri dianggap sebagai sesuatu yang mebosankan. Mungkin dalam arti yang lebih sentimentil, merupakan sesuatu yang dihindari karena dianggap bahwa yang bersangkutan tidak memiliki teman. Bukankah terdengar amat menyedihkan?

Padahal, bepergian seorang diri tidak sepenuhnya dapat mengindikasikan jika seseorang jauh dari lingkaran pertemanan atau tidak mampu bersosialisasi. Ada kalanya seseorang memang lebih nyaman untuk melakukan aktifitasnya sendirian. Bukan karena tidak ingin berbagi dengan orang lain, melainkan tidak semua hal dirasa perlu dilakukan bersama-sama sekalipun orang tersebut telah memiliki pasangan.

Untuk mereka yang senang melakukan hal-hal seorang diri, sebenarnya mereka memiliki banyak alasan dan pertimbangan. Pertama, sendiri itu lebih menantang. Menyelesaikan semuanya sendiri sudah pasti dapat membuat seorang individu lebih dewasa dan mandiri tanpa banyak bergantung pada orang lain. Kedua, semuanya terasa lebih fleksibel. Mau mengerjakan dengan cara seperti apa, mau pergi jam berapa, atau mau pergi ke mana saja semuanya bebas ditentukan oleh diri sendiri, tanpa perlu membuat janji yang kadang ngaret atau ruwet karena harus menggabungkan keinginan beberapa kepala. Ketiga, that’s me time. Yups, me time tidak melulu harus dihabiskan di dalam kamar, di balik selimut sembari mendengarkan musik atau membaca buku. Me time adalah bagaimana kita menghargai diri sendiri. Memberikan kesempatan pada diri untuk melakukan hal-hal yang kita sukai, termasuk berpergian ke luar rumah sendirian.

 

viralnovelty.com
viralnovelty.com

Jangan salah, banyak perempuan di luar sana melakukan travelling ke sebuah kota sendirian, menghabiskan berjam-jam waktu di toko buku sendirian, memilih baju-baju di mall sendirian, mendatangi acara seminar sendirian, dan makan di restaurant pun sendirian. Gak masalah bukan? Toh mereka masih baik-baik saja, bahkan terus mengulangi kegiatannya.

Tetapi, bukan berarti mereka selalu merasa mudah melakukan semuanya sendirian. It is never be easy. Di samping penilaian beberapa orang yang kurang meng-enakkan tentang melakukan sesuatu serba sendirian, kadang juga ada sahabat dan keluarga yang ikut merasa disingkirkan. Tidak jarang mereka yang suka pergi sendirian dianggap sudah tidak membutuhkan teman lagi. Di tambah lagi kadang keluarga juga amat khawatir jika kemana-mana tidak ada yang menemani.

Dear, para sahabat dan keluarga. Sesungguhnya mereka yang suka melakukan aktifitas sendirian bukan berarti tidak membutuhkan kalian lagi. Sungguh kalian sangat berarti dan selalu akan dibutuhkan. Hanya saja, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, tidak semua hal harus dilakukan bersama orang lain. Jangan khawatir, mereka pasti bisa menjaga diri dengan sebaik-baiknya.

Tidak ada yang salah dari seseorang yang suka bepergian maupun melakukan hal sendirian. Mereka punya hak untuk melakukan itu. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyenangkan diri. Apakah kamu juga sering melakukan segala hal sendirian? Tenang, kamu gak sendiri kok.

Baca juga : Apalah Arti Instagramable Jika Berujung Pada Cyber Bullying?

LEAVE A REPLY