SHARE
Pernikahan
Pernikahan via potret-online.com

Seringkali teman sebaya dijadikan tolok ukur dalam pencapaian suatu hal. Seperti misalnya, ketika lulus sekolah dan wisuda.

Di saat-saat seperti itu, mungkin kamu sering dengar pertanyaan demi pertanyaan yang sedikit menyudutkan dan agak mengusik ketenangan. Pertanyaan ini pun didapat dari bermacam-macam orang, mulai dari orang terdekat seperti keluarga atau bahkan basa basi dari orang yang baru kenal. Pertanyaan yang dikira orang adalah wajar, bisa jadi sangat menyebalkan seperti :

“Kapan wisuda? Teman-teman angkatan kamu udah banyak yang foto pake toga tuh.”

“Si A itu teman sekelas kamu dulu kan? Dia lagi hamil anak kedua loh. Kamu kapan nyusul? gandengan aja ga ada.”

Bagi si penanya itu memang cuma candaan, tapi buat kamu? Ehmm.. jleb juga dengernya. Mau marah, takut malah memperkeruh suasana karena dikira kurang piknik. Terpaksa deh pakai “Jurus Budeg” alias pura-pura nggak denger apa yang sedang jadi pembahasan atau belaga cuek.

Cara ini cukup ampuh untuk menghindar dari pertanyaan itu. Tapi, beberapa orang juga keukeuh mengulang pertanyaan demi mendapat jawaban. Kalau sudah kejadian seperti itu, jawab aja lah seadanya :

“Ah, yang penting mah lulus di waktu yang tepat. Kalau udah lulus belum tau mau ngapain, sama aja toh?”

“Calon sudah disiapkan kok sama Tuhan, cuma nggak perlu lah digandeng terus-terusan. Doakan saja.”

Meski pertanyaan sudah berhasil dilalui dengan senyum dan helaan nafas tertahan, kadang bikin kamu kepikiran juga. Saat sendirian kamu pun jadi suka bertanya-tanya kapan ya bisa begini bisa begitu.

Hal-hal seperti itu sebenarnya wajar dan kita tetap harus melewatinya. Tinggal bagaimana kita mengambil sikap untuk melangkah ke depan. Ada beberapa hal yang perlu kamu ingat:

 

Bukan Perlombaan

married via longliveyourmoney.com
Married via longliveyourmoney.com

Menikah bukanlah suatu ajang perlombaan apalagi pamer pasangan. Lebih dari itu, menikah adalah perjanjian suci dengan Tuhan sebagai penyempurna ibadah.

Jangan lantas terburu-buru mencari pasangan hingga menurunkan pasaran. Bukankah memperbaiki diri menjadi seseorang yang pantas dicari itu lebih baik?

 

Wujudkan Mimpi dan Eksplorasi Diri

Eksplorasi diri via Doc. pribadi
Eksplorasi diri via Doc. pribadi

Sendiri bukan berarti sepi. Seringkali kesendirian disamakan dengan kesepian. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Kesendirian justru kadang dapat membawa pengaruh positif pada diri. Kita jadi punya lebih banyak waktu untuk mengenal diri sendiri lebih dalam lagi.

Menyalurkan bakat dan hobi, atau melanjutkan pendidikan kadang dapat lebih mudah diwujudkan ketika masih sendiri. Sebab waktu yang kita miliki tak terbagi dengan pasangan.

 

Lebih Dekat dengan Sang Pencipta

love Allah via radioatoll.com
Love Allah via radioatoll.com

Jodoh bukan terlambat datang, kadang kita yang terlalu cepat ambil kesimpulan.

Percayalah, Tuhan sedang menyiapkan satu yang terbaik untukmu selagi kamu mencintai-Nya lebih dari apapun. Ada cinta yang tak tergantikan, tanpa pamrih, dan menakjubkan? Itulah cinta Tuhan pada hamba-Nya.

Kesendirian mungkin menjadi salah satu jalan agar kita semakin dekat pada-Nya. Bila cinta-Nya sudah diraih, tanpa diminta pun Dia akan senantiasa memberi.

LEAVE A REPLY