SHARE
too-p1.azurewebsites.net

“Jika indahnya cinta berupa dua orang yang saling mengasihi, lalu bagaimana dengan mereka yang mencintai seorang diri?”

Pertanyaan seperti itu sempat beberapa kali terlintas di kepala. Apa iya perasaan cinta harus terbalas dan dimiliki? Apa iya jika perasaan cinta tak terbalas maka kita harus berhenti mencintai?

Jika begitu, bagaimana dengan mereka yang sendirian dalam mencintai. I mean, cintanya belum terbalas atau mungkin memang sengaja mencintai dalam diam sebab tidak semua perasaan cinta bisa diutarakan.

Sederhananya, ketika kita mengutarakan perasaan cinta kepada seseorang lalu seseorang itu tidak “membalas” nya, apakah kita harus berhenti begitu saja? Ternyata tidak selamanya begitu. Sebab setiap individu yang sudah menjatuhkan hatinya kepada seseorang berhak melanjutkan apa yang dia rasakan sekalipun kemungkinan untuk terbalas sudah menyentuh angka nihil.

 

too-p1.azurewebsites.net
too-p1.azurewebsites.net

Untuk kamu yang sedang mencintai seorang diri,

Perasaanmu tidak pernah salah. Jangan salahkan perasaan yang sudah terlanjur tumbuh dan merekah. Hal lumrah pada setiap diri manusia ketika memiliki perasaan teramat dalam terhadap sesuatu baik cinta ataupun benci. Kamu tidak perlu khawatir. Suatu saat semua akan terjawab. Entah benar perasaan itu akan tebalas dengan orang yang sama atau tergantikan dengan orang baru. Perlu kamu ketahui, waktu berbeda dengan manusia. Ia tidak akan pernah ingkar janji.

 

Untuk kamu yang sedang mencintai seorang diri,

Pilihanmu untuk memendam dan tidak mengutarakannya pun tidak pernah salah. Justru kamulah orang hebat yang mampu menyimpan suka duka dalam mencintai sendirian. Kamu jaga dengan baik perasaanmu sebab ada beberapa hal dalam hidup yang mungkin tidak bisa membuatmu berterus terang. Tidak apa-apa. Cukup kamu dan Tuhanmu saja yang mengetahui. Biarkan waktu yang nanti membuka suaranya soal siapa yang selalu kamu sebut dalam doa.

 

Untuk kamu yang sedang mencintai seorang diri,

Keberanian adalah kuncimu untuk tetap bertahan. Tanpa keberanian kamu tidak akan berdiri hingga saat ini, menyimpan sejuta harapan pada seseorang yang sebenarnya belum tentu termiliki. Karena kamu adalah pemberani, maka kamu tentu siap mengambil segala resiko yang jelas akan terjadi. Kamu harus berani menghadapi kenyataan yang bisa saja tidak sesuai harapan. Ingat, waktu akan selalu berkata jujur soal kenyataan. Hadapilah!

 

Untuk kamu yang sedang mencintai seorang diri,

Semoga sabarmu tak berbatas, hatimu selalu ikhlas, dan langkahmu tak kenal malas. Bagaimanapun itu, mencintai seorang diri tidaklah mudah. Perisaimu adalah doa. Mintalah padaNya agar kamu segera digenapkan dan tak lagi bertarung dengan kecemasan-kecemasan untuk bertahan atau berhenti memperjuangkan.

Ini untuk kamu yang sedang mencintai seorang diri.

 

Baca juga : Untukmu yang Mencintai Namun Tak Dihargai, Lepaskanlah!

LEAVE A REPLY